Workshop Literasi Finansial di British School Jakarta: Inflasi, Aset, dan Penciptaan Uang
    Cerita Lapangan
    Nurul Bahirah 2 Desember 2025 5 menit baca

    Workshop Literasi Finansial di British School Jakarta: Inflasi, Aset, dan Penciptaan Uang

    Pada tanggal 27 & 28 November 2025, tim Generasi Merdeka — Nurul Bahirah — menjadi learning designer dalam pelatihan literasi finansial yang diadakan di British School Jakarta untuk anak-anak sekolah usia 14 tahun sampai SMA kelas 3.

    Projek kolaborasi pertama Generasi Merdeka di British School Jakarta
    Projek kolaborasi pertama Generasi Merdeka × British School Jakarta — Nurul Bahirah sebagai learning designer.

    Pertanyaannya sederhana tapi berat: "Apakah anak SMP dan SMA bisa diajak berpikir kritis tentang permasalahan moneter dan global?" Jawaban kami — adalah: tentu saja bisa.

    Sesi 1: Inflasi — Dari Mana Munculnya?

    Kami tidak membuka sesi dengan definisi inflasi. Kami membuka dengan foto burger dari tahun 1968 sampai 2018: dari $0.49 menjadi $6.12. Lalu satu pertanyaan ditempel di dinding:

    "Why does the same burger cost 12× more — but it's not 12× bigger?"
    Anak-anak diajak berpikir kritis tentang inflasi lewat harga burger
    Anak-anak diajak berpikir kritis secara langsung lewat data harga burger dan prediksi "kapan dolar menjadi tidak berharga?"

    Anak-anak menempel post-it berisi prediksi mereka — kapan dolar akan menjadi worthless seperti bolivar Venezuela? Ada yang menulis 2050, 2070, 2100, dan ada juga yang berani menulis "never". Tidak ada yang salah. Yang penting: mereka berpikir dan berlatih menjelaskan argumentasinya. 

    Sesi 2: Di Mana Menyimpan Kekayaan agar Tidak Tergerus Inflasi?

    Setelah memahami bahwa inflasi tidak pernah gagal naik setiap tahunnya, pertanyaan berikutnya muncul natural:

    Emas, saham, properti, atau bitcoin?
    Diskusi kelas tentang aset pelindung kekayaan: emas, saham, properti, bitcoin
    Diskusi dan voting kelas: aset mana yang paling baik untuk menyimpan kekayaan? Setiap kelas tiba pada kesimpulan yang berbeda.

    Anak-anak berdiskusi dalam kelompok, beradu argumen, lalu voting bersama. Hasilnya berbeda di setiap kelas — ada kelas yang memilih stocks sebagai pemenang, ada yang memilih bitcoin, ada yang memilih gold. Yang penting bukan jawabannya, tapi alasannya: "pro gold: safer, less volatile" — "pro bitcoin: more growth, safer from physical attack."

    Hasil voting kelas tentang aset pelindung kekayaan
    "This class voted for…" — setiap kelas mendokumentasikan keputusan kolektif mereka sendiri.

    Drama ala Teater, Bukan Ceramah

    Pembelajaran ini berbasis drama, diskusi, dan musyawarah — tidak ada waktu untuk bosan mendengarkan ceramah dan melihat PPT panjang. Anak-anak memerankan karakter (civil servant di Yogyakarta yang ingin melunasi mortgage dan menyekolahkan anak), berargumen, dan mengambil keputusan finansial sebagai karakter tersebut.

    Sesi pelatihan literasi finansial di British School Jakarta
    Dirancang dengan gaya Generasi Merdeka: SERU & BERMAKNA.

    Yang Kami Pelajari

    • Anak SMP–SMA siap berpikir tentang inflasi, devaluasi mata uang, dan asset allocation — jika kita memberi mereka ruang.
    • Pertanyaan provokatif jauh lebih bertenaga dibanding definisi yang dihafal.
    • Drama dan musyawarah membuat konsep finansial yang abstrak menjadi visceral — terasa dan diingat.

    Selanjutnya: Pesantren Darul Ulum

    Tunggu kegiatan kami berikutnya di Pesantren Darul Ulum — membawa pendekatan yang sama ke konteks pesantren, dengan tantangan dan kekayaan kultural yang berbeda. Baca cerita kami di Darul Ulum →

    Sekolah Anda tertarik mengadakan sesi serupa? Diskusikan kerja sama dengan Generasi Merdeka →