Cerita dari Lapangan: Literasi Finansial di Pesantren Darul Ulum
    Cerita dari Lapangan
    Nurul Bahirah 3 Desember 2025 7 menit baca

    Cerita dari Lapangan: Literasi Finansial di Pesantren Darul Ulum

    Pada semester ganjil 2024, tim Generasi Merdeka berkesempatan untuk menyelenggarakan Kelas Literasi Finansial di Pesantren Darul Ulum. Selama 14 pertemuan, 30 santri kelas 12 mengikuti perjalanan belajar yang mengubah cara pandang mereka tentang uang, menabung, dan masa depan.

    Awal yang Penuh Rasa Ingin Tahu

    Kami mulai dengan papan KWL (Know – Want to know – Learned) — santri menempel sticky note tentang apa yang sudah mereka tahu soal uang, dan apa yang ingin mereka pelajari. Hasilnya: mayoritas santri belum tahu bagaimana caranya sukses finansial dan harus mulai dari mana. Tapi rasa ingin tahu mereka luar biasa — pertanyaan-pertanyaan yang muncul sangat mendalam dan relevan.

    Santri Pesantren Darul Ulum menempel sticky note pada papan KWL
    Papan KWL: santri memetakan apa yang sudah mereka tahu dan ingin pelajari tentang uang.

    Belajar Lewat Simulasi: Bean Game

    Salah satu momen paling berkesan adalah saat kami memainkan Bean Game — simulasi di mana santri harus mengalokasikan "uang" (diwakili kacang) untuk berbagai kebutuhan hidup: makan, transportasi, pendidikan, hiburan, dan tabungan.

    Santri Pesantren Darul Ulum mengalokasikan kacang pada lembar Bean Game
    Bean Game: setiap kacang adalah keputusan keuangan yang harus dipikirkan ulang.

    Di ronde pertama, hampir semua kelompok kehabisan uang sebelum bulan berakhir. Tapi di ronde kedua, setelah diskusi dan refleksi, mereka mulai membuat prioritas yang lebih bijak. Satu santri berkomentar:

    "Ternyata mengelola uang itu bukan cuma soal matematika, tapi soal pilihan dan prioritas."
    Diskusi kelompok santri setelah ronde Bean Game
    Refleksi kelompok: dari kehabisan kacang ke prioritas yang lebih bijak.

    🎬 Tonton video simulasi Bean Game di YouTube →

    Kunjungan ke Museum Bank Indonesia

    Puncak dari program ini adalah kunjungan lapangan ke Museum Bank Indonesia di Jakarta. Bagi banyak santri, ini adalah kali pertama mereka mengunjungi museum. Mereka belajar tentang sejarah mata uang Indonesia, sistem perbankan, dan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

    Santri di depan gedung Museum Bank Indonesia bersama fasilitator
    Briefing di halaman Museum Bank Indonesia sebelum masuk ke ruang pameran.
    Santri menyimak penjelasan sejarah mata uang Indonesia Santri membaca panel informasi di Museum Bank Indonesia Santri mencatat temuan selama kunjungan museum Santri mengamati instalasi seni krisis moneter 1998

    Yang paling menarik perhatian mereka adalah instalasi seni "Rupiah Terjun Bebas" yang menggambarkan krisis moneter 1998 — momen di mana mereka menyadari betapa pentingnya literasi finansial untuk mencegah krisis serupa.

    Proyek Akhir: Edukasi untuk Komunitas

    Di akhir program, setiap kelompok menghasilkan produk edukasi — poster, infografis, dan presentasi — yang ditujukan untuk mengedukasi teman-teman mereka di pesantren. Topik yang dipilih beragam:

    • Cara membedakan investasi asli dan investasi bodong
    • Bahaya judi online dan cara menghindarinya
    • Tips menabung untuk siswa dengan uang saku terbatas
    • Rencana keuangan sederhana untuk setelah lulus

    Dampak yang Terukur

    Riset dampak yang kami lakukan menunjukkan hasil yang menggembirakan:

    • 85% santri melaporkan peningkatan pemahaman tentang pengelolaan keuangan
    • 90% santri mampu membuat anggaran sederhana setelah program
    • 78% santri mulai menabung secara rutin
    • Guru pendamping melaporkan bahwa santri menjadi lebih kritis dalam membuat keputusan finansial

    Laporan Riset Dampak

    Metodologi, instrumen pre/post-test, dan analisis lengkap dari program literasi finansial di Pesantren Darul Ulum.

    📄 Buka laporan riset (PDF) →

    Pelajaran untuk Kami

    Program ini juga mengajarkan kami banyak hal sebagai fasilitator. Kami belajar bahwa:

    1. Santri memiliki potensi luar biasa ketika diberikan ruang dan kepercayaan
    2. Pendekatan berbasis proyek jauh lebih efektif daripada ceramah satu arah
    3. Konteks pesantren memberikan nilai tambah unik — santri bisa menghubungkan literasi finansial dengan nilai-nilai Islam tentang pengelolaan harta

    Generasi Merdeka berkomitmen untuk terus memperluas program ini ke lebih banyak sekolah dan pesantren di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk membawa program ini ke sekolah Anda, hubungi kami.

    Lihat lebih banyak

    Foto & video kegiatan di Pesantren Darul Ulum

    Cuplikan harian, behind-the-scene fasilitator, dan dokumentasi sesi belajar santri kami unggah rutin di Instagram dan YouTube.