
Cerita dari Lapangan: Literasi Finansial di Pesantren Darul Ulum
Pada semester ganjil 2024, tim Generasi Merdeka berkesempatan untuk menyelenggarakan Kelas Literasi Finansial di Pesantren Darul Ulum. Selama 14 pertemuan, 30 santri kelas 12 mengikuti perjalanan belajar yang mengubah cara pandang mereka tentang uang, menabung, dan masa depan.
Awal yang Penuh Rasa Ingin Tahu
Kami mulai dengan papan KWL (Know – Want to know – Learned) — santri menempel sticky note tentang apa yang sudah mereka tahu soal uang, dan apa yang ingin mereka pelajari. Hasilnya: mayoritas santri belum tahu bagaimana caranya sukses finansial dan harus mulai dari mana. Tapi rasa ingin tahu mereka luar biasa — pertanyaan-pertanyaan yang muncul sangat mendalam dan relevan.
Belajar Lewat Simulasi: Bean Game
Salah satu momen paling berkesan adalah saat kami memainkan Bean Game — simulasi di mana santri harus mengalokasikan "uang" (diwakili kacang) untuk berbagai kebutuhan hidup: makan, transportasi, pendidikan, hiburan, dan tabungan.
Di ronde pertama, hampir semua kelompok kehabisan uang sebelum bulan berakhir. Tapi di ronde kedua, setelah diskusi dan refleksi, mereka mulai membuat prioritas yang lebih bijak. Satu santri berkomentar:
"Ternyata mengelola uang itu bukan cuma soal matematika, tapi soal pilihan dan prioritas."
🎬 Tonton video simulasi Bean Game di YouTube →
Kunjungan ke Museum Bank Indonesia
Puncak dari program ini adalah kunjungan lapangan ke Museum Bank Indonesia di Jakarta. Bagi banyak santri, ini adalah kali pertama mereka mengunjungi museum. Mereka belajar tentang sejarah mata uang Indonesia, sistem perbankan, dan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Yang paling menarik perhatian mereka adalah instalasi seni "Rupiah Terjun Bebas" yang menggambarkan krisis moneter 1998 — momen di mana mereka menyadari betapa pentingnya literasi finansial untuk mencegah krisis serupa.
Proyek Akhir: Edukasi untuk Komunitas
Di akhir program, setiap kelompok menghasilkan produk edukasi — poster, infografis, dan presentasi — yang ditujukan untuk mengedukasi teman-teman mereka di pesantren. Topik yang dipilih beragam:
- Cara membedakan investasi asli dan investasi bodong
- Bahaya judi online dan cara menghindarinya
- Tips menabung untuk siswa dengan uang saku terbatas
- Rencana keuangan sederhana untuk setelah lulus
Dampak yang Terukur
Riset dampak yang kami lakukan menunjukkan hasil yang menggembirakan:
- 85% santri melaporkan peningkatan pemahaman tentang pengelolaan keuangan
- 90% santri mampu membuat anggaran sederhana setelah program
- 78% santri mulai menabung secara rutin
- Guru pendamping melaporkan bahwa santri menjadi lebih kritis dalam membuat keputusan finansial
Laporan Riset Dampak
Metodologi, instrumen pre/post-test, dan analisis lengkap dari program literasi finansial di Pesantren Darul Ulum.
📄 Buka laporan riset (PDF) →Pelajaran untuk Kami
Program ini juga mengajarkan kami banyak hal sebagai fasilitator. Kami belajar bahwa:
- Santri memiliki potensi luar biasa ketika diberikan ruang dan kepercayaan
- Pendekatan berbasis proyek jauh lebih efektif daripada ceramah satu arah
- Konteks pesantren memberikan nilai tambah unik — santri bisa menghubungkan literasi finansial dengan nilai-nilai Islam tentang pengelolaan harta
Generasi Merdeka berkomitmen untuk terus memperluas program ini ke lebih banyak sekolah dan pesantren di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk membawa program ini ke sekolah Anda, hubungi kami.
Lihat lebih banyak
Foto & video kegiatan di Pesantren Darul Ulum
Cuplikan harian, behind-the-scene fasilitator, dan dokumentasi sesi belajar santri kami unggah rutin di Instagram dan YouTube.

