Vibe Coding untuk Damai: Cerita di Balik education4peace.lovable.app
    Cerita Lapangan
    Nurul Bahirah 25 Juni 2026 5 menit baca

    Vibe Coding untuk Damai: Cerita di Balik education4peace.lovable.app

    Sampai beberapa waktu lalu, hal-hal yang saya, Nurul Bahirah, bangun dengan Lovable hanyalah proyek personal untuk diri sendiri.

    Tapi saya selalu percaya bahwa teknologi ini bisa melayani sesuatu yang lebih besar.

    Jadi ketika Dian Novalita (Project Coordinator Yayasan Guru Belajar) berbagi visi tentang membangun cara yang lebih baik bagi guru dan orang tua untuk belajar tentang peace-building dan mencegah kekerasan di sekolah lewat Yayasan Kita Bhineka Tunggal Ika, saya tahu saya harus mencoba membantu.

    Meet the Speakers Education for Peace 2026 — kolaborasi Yayasan Kita Bhineka, Generasi Merdeka, dan Guardians of Peace
    Speakers Education for Peace 2026 — kolaborasi Yayasan Kita Bhineka, Generasi Merdeka (Nurul Bahirah, Nurani Fitriyah), dan Guardians of Peace.

    Dari Kemitraan Transformasi Pedagogi ke Jembatan Digital

    Apa yang dimulai sebagai kemitraan transformasi pedagogi antara Generasi Merdeka dan Yayasan Kita Bhineka Tunggal Ika membutuhkan jembatan agar pembelajaran asinkron bisa berjalan mulus. Saya menggunakan skill vibe coding yang baru saya pelajari untuk membangun education4peace.lovable.app.

    Nurul Bahirah dan Nurani Fitriyah dari Generasi Merdeka membantu yayasan dalam dua hal yang saling melengkapi:

    • Transformasi pedagogi menjadi Project-Based Learning — agar pembelajaran tidak berhenti pada teori, tapi mendorong peserta menghasilkan karya nyata yang relevan dengan konteks sekolah dan keluarganya.
    • Transformasi LMS menjadi platform terintegrasi — setiap materi yang diberikan dirancang dengan pendekatan experiential-based learning, walaupun online: doing in fun and creative, sehingga edukasi peace-building dan pencegahan kekerasan benar-benar berdampak bagi orang tua dan pendidik.

    Mengapa Bite-Sized dan Mobile-First Itu Penting

    Melihat guru dan orang tua sungguhan menggunakan platform ini — belajar dalam potongan kecil, dari ponsel mereka, hemat kuota saat melakukannya — adalah pengalaman yang sangat membumikan.

    Banyak orang tua dan guru di Indonesia tidak punya waktu satu jam penuh untuk duduk di depan laptop. Mereka belajar di sela mengasuh anak, di perjalanan, di waktu istirahat. Karena itu LMS ini dirancang:

    • Modul pendek (5–10 menit) yang bisa diselesaikan dalam satu sesi
    • Mobile-first, ringan, hemat data
    • Refleksi singkat sebagai pengganti ujian — yang penting adalah perubahan cara pandang, bukan skor
    • Forum diskusi terstruktur dengan pertanyaan pemandu, bukan chat bebas

    Pelajaran: Vibe Coding Bisa Berdampak Nyata

    Saya jauh dari developer ahli, tapi proyek ini mengajarkan bahwa vibe coding bisa membuat dampak nyata. Bahkan dibangun oleh seseorang dengan zero coding skill dan zero tech-ed experience. Saya senang bagaimana skill ini bisa membantu lebih banyak NGO di Indonesia dan dunia.

    Harapan terbesar saya: ruang kecil ini akan terus memberi guru dan orang tua tempat yang tenang untuk belajar, terhubung, dan merefleksikan bagaimana kita bisa membuat ruang kelas lebih aman untuk anak-anak kita.

    Let's Keep Building

    Jika Anda menjalankan NGO atau program komunitas dan sedang mencari cara mentransformasi pelatihan menjadi pengalaman digital atau offline yang bermakna — saya senang membantu Anda berpikir bersama. Bukan pitch, hanya keinginan bersama untuk memperkuat dampak sosial Anda.

    Mari diskusikan bagaimana kami bisa membantu organisasi Anda →